PORTALBERITA.CO.ID - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, membawa perubahan pemandangan yang tak biasa di kawasan Waduk Karian. Surutnya air bendungan secara drastis perlahan menyingkap kembali tabir masa lalu kawasan tersebut.
Fenomena alam yang dipicu oleh dampak musim kemarau panjang ini kini menarik perhatian masyarakat sekitar. Volume air yang terus menyusut memperlihatkan hamparan daratan yang sebelumnya tergenang dalam waktu yang cukup lama.
Dilansir dari INFOTREN.ID, penurunan debit air di Bendungan Karian mengungkap kembali keberadaan sisa-sisa permukiman warga. Kampung yang dulunya telah ditenggelamkan demi pembangunan proyek bendungan kini kembali memunculkan jejak fisiknya di permukaan.
Pemandangan ini menghadirkan kenangan tersendiri bagi warga setempat yang pernah mendiami kawasan tersebut. Struktur fondasi dan bekas peninggalan bangunan rumah warga kini dapat terlihat jelas di antara surutnya air.
Proses penyusutan air ini terjadi secara bertahap seiring minimnya intensitas curah hujan di wilayah Banten dan sekitarnya. Kondisi cuaca tersebut memunculkan kembali panorama daratan lama yang sebelumnya hanya berada dalam ingatan warga.
Banyak masyarakat setempat memanfaatkan momen ini untuk melihat secara langsung sisa-sisa pemukiman kampung halaman mereka. Kehadiran jejak kampung ini menjadi fenomena visual tersendiri di tengah surutnya air waduk.
Penurunan volume air di Bendungan Karian sekaligus menjadi penanda nyata atas dampak fenomena El Niño dan musim kemarau di wilayah Lebak. Berbagai pihak terkait terus memantau perkembangan ketersediaan pasokan air di bendungan tersebut.
Keberadaan sisa kampung tenggelam ini diperkirakan akan tetap terlihat selama dinamika cuaca kemarau masih berlangsung. Pemandangan langka ini memperlihatkan bagaimana kondisi alam dapat menghadirkan kembali kenangan masa lalu ke permukaan.