PORTALBERITA.CO.ID - Sebuah insiden tragis terjadi di jalan tol yang menghubungkan Pasuruan dan Probolinggo (Tol Paspro) pada Sabtu sore, 23 Mei 2026. Kecelakaan maut ini mengakibatkan meninggalnya dua orang staf anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Peristiwa nahas tersebut melibatkan satu unit mobil penumpang jenis Toyota Innova yang sedang membawa rombongan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI. Mobil bernomor polisi N-1297-NB tersebut terlibat dalam tabrakan beruntun.

Lokasi spesifik kejadian berada di KM 834 jalur B, yang secara administratif terletak di Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kejadian ini terjadi pada sekitar pukul 15.14 WIB, saat aktivitas lalu lintas masih cukup padat.

Menurut informasi awal, kecelakaan terjadi ketika mobil Toyota Innova tersebut menabrak bagian belakang sebuah dump truck. Dump truck yang terlibat dalam insiden tersebut memiliki nomor polisi W-8439-UK.

Dikutip dari INFOTREN.ID, penyebab utama yang diduga kuat memicu kecelakaan fatal ini adalah kondisi sopir yang mengalami kelelahan atau mengantuk. Hal ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan awal kepolisian setempat.

Dua orang staf anggota DPR RI yang berada di dalam mobil Innova tersebut dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kerasnya benturan yang terjadi. Status korban sebagai staf anggota dewan meningkatkan perhatian publik terhadap insiden ini.

Pihak kepolisian segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh guna memastikan kronologi pasti terjadinya kecelakaan tersebut. Proses investigasi kini tengah berjalan intensif.

Penyelidikan lebih lanjut akan difokuskan pada pemeriksaan kondisi kendaraan serta riwayat perjalanan rombongan tersebut sebelum terjadinya insiden memilukan ini. Fokus utama adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan hilangnya konsentrasi pengemudi.

Kecelakaan di ruas tol ini menjadi pengingat penting mengenai risiko perjalanan darat jarak jauh, terutama jika pengemudi tidak mengutamakan istirahat yang cukup sebelum berkendara. Hal ini menekankan pentingnya manajemen waktu istirahat para pengemudi kendaraan.