PORTALBERITA.CO.ID - Sebuah insiden transportasi darat yang melibatkan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis sore tanggal 21 Mei 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena mengakibatkan sejumlah besar penumpang mengalami cedera fisik.
Lokasi spesifik dari kecelakaan tragis ini berada di jalur Puncak-Cugenang, tepatnya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang. Kontur jalan yang menanjak diyakini menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi saat insiden berlangsung.
Bus yang terlibat dalam tabrakan tersebut diketahui memiliki nomor polisi F 7669 WA. Armada ini diketahui melayani trayek reguler dari Cianjur menuju terminal Kampung Rambutan di Jakarta.
Menurut informasi awal yang diterima, bus tersebut sedang melakukan perjalanan menuju Cianjur saat kecelakaan dengan sebuah truk terjadi. Kejadian ini menimbulkan antrean panjang dan memerlukan penanganan cepat dari pihak berwenang setempat.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan serius karena mengakibatkan sebanyak 20 penumpang dari bus tersebut harus dievakuasi. Semua korban luka segera diberikan penanganan medis awal di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.
Dikutip dari INFOTREN.ID, peristiwa ini terjadi pada Kamis sore, 21 Mei 2026, menandai hari yang penuh duka bagi para penumpang yang terlibat. Waktu kejadian pada sore hari turut mempengaruhi visibilitas di area pegunungan tersebut.
Bus dengan nomor polisi F 7669 WA sedang dalam perjalanan menuju Cianjur ketika tabrakan terjadi di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, seperti yang disebutkan dalam keterangan resmi pihak terkait. Hal ini mengindikasikan potensi adanya kendala teknis atau faktor eksternal saat menanjak.
"Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) terjadi di jalur Puncak-Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis sore, 21 Mei 2026," demikian informasi yang disampaikan mengenai kronologi awal kejadian tersebut.
Lebih lanjut, mengenai dampak dari tabrakan tersebut, disebutkan bahwa "Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan karena mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka," seperti yang dikutip dari INFOTREN.ID.