PORTALBERITA.CO.ID - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Wilayah Jakarta Utara (Jakut) secara aktif mendorong pemerintah daerah untuk segera mewujudkan fasilitas buffer area trailer di wilayahnya. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap tantangan kompleks yang dihadapi sektor logistik dan lalu lintas di kawasan pelabuhan.

Tujuan utama dari pembentukan area parkir khusus ini adalah untuk menata parkir kendaraan berat, khususnya truk trailer, yang seringkali menyebabkan hambatan signifikan di jalan raya. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan efisiensi operasional logistik di Jakarta Utara.

Kepala KADIN Jakarta Utara, Tanty Maryati, menyampaikan pandangannya mengenai urgensi masalah ini dalam sebuah kesempatan. Beliau menekankan bahwa keberadaan buffer area akan sangat membantu dalam mengurangi tumpukan kendaraan besar yang parkir sembarangan.

"Kami mendorong terwujudnya buffer area trailer di Jakarta Utara agar kendaraan logistik bisa tertampung dengan baik," ujar Tanty Maryati.

Ia menjelaskan bahwa masalah parkir liar truk trailer telah menjadi isu kronis yang berdampak negatif pada mobilitas warga dan keamanan infrastruktur. Area yang tidak semestinya digunakan untuk parkir kendaraan berat kerap menjadi titik kemacetan.

Menurut perspektif KADIN Jakut, penyediaan lahan khusus ini bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. Truk yang parkir di bahu jalan atau area yang tidak diizinkan meningkatkan risiko kecelakaan.

"Ini penting untuk mengatasi kemacetan dan juga menciptakan keselamatan di jalan," kata Tanty Maryati.

Selain itu, aspek ekonomi juga menjadi pertimbangan utama dalam mendorong pembangunan fasilitas ini. Dengan adanya area penampungan yang terstruktur, proses bongkar muat dan tunggu kendaraan logistik dapat berjalan lebih teratur dan efisien. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif pada rantai pasok logistik nasional yang melewati Jakarta Utara.

Dikutip dari KADIN Jakut, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih tertata di salah satu gerbang utama perekonomian Indonesia. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk merealisasikan solusi yang telah lama dinantikan ini.