PORTALBERITA.CO.ID - Layanan perbankan digital berbasis aplikasi ponsel atau mobile banking kini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas finansial masyarakat di seluruh Indonesia. Dikutip dari Antara, kemajuan teknologi ini memberikan kemudahan luar biasa dalam memproses berbagai transaksi keuangan harian secara cepat dan efisien.

Meskipun menawarkan efisiensi tinggi, pesatnya adopsi transaksi finansial digital ini turut diiringi oleh peningkatan risiko kejahatan siber yang semakin kompleks. Para pelaku kejahatan terus memperbarui teknik mereka untuk mengincar celah kelalaian pengguna fasilitas transaksi digital tersebut.

"Masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan tidak pernah membagikan informasi rahasia seperti PIN, kode OTP, maupun kata sandi kepada pihak mana pun," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi.

Salah satu bentuk kejahatan siber yang marak dijumpai saat ini adalah penyebaran berkas aplikasi berbahaya berformat APK yang dikirimkan melalui pesan singkat. Selain itu, teknik rekayasa sosial juga kerap dimanfaatkan untuk mengelabui korban agar secara tidak sadar menyerahkan data keuangan pribadi mereka.

"Modus pencurian data finansial saat ini tidak hanya mengandalkan peretasan sistem perbankan, melainkan juga memanipulasi psikologis pengguna agar memberikan akses rekening," kata Friderica Widyasari Dewi.

Otoritas Jasa Keuangan secara konsisten mengedukasi publik agar selalu teliti dan tidak sembarangan menekan tautan yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal. Penggunaan jaringan internet publik yang tidak aman saat melakukan transaksi finansial juga sangat disarankan untuk dihindari.

"Apabila masyarakat menemukan adanya transaksi yang mencurigakan atau merasa menjadi korban kejahatan digital, segera hubungi pusat bantuan resmi bank serta kanal pengaduan OJK," tutur Friderica Widyasari Dewi.

Langkah perlindungan ekosistem perbankan digital memerlukan keterlibatan aktif dari regulator, penyedia jasa keuangan, dan seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran mandiri dalam menjaga kerahasiaan data pribadi menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko kerugian finansial di era digital.

Follow portalberita.co.id
Follow on Google