PORTALBERITA.CO.ID - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia baru-baru ini menyuarakan keprihatinan mendalam terkait isu pemadaman listrik yang kerap melanda wilayah Jawa. Gangguan pasokan energi ini dinilai sebagai tantangan signifikan yang dapat mengikis kepercayaan investor di sektor manufaktur.
Gangguan pasokan listrik yang terjadi secara berulang ini secara langsung mengancam stabilitas iklim usaha di Jawa, yang merupakan pusat utama kegiatan industri nasional. Sektor manufaktur, yang sangat bergantung pada ketersediaan energi yang stabil, kini menghadapi dilema besar dalam menjaga kelancaran operasional mereka.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, Kadin memandang bahwa frekuensi pemadaman listrik yang tinggi merupakan ancaman nyata yang berpotensi menggerogoti minat investor untuk menanamkan modalnya di sektor manufaktur Indonesia.
Ketergantungan tinggi sektor manufaktur terhadap energi listrik yang andal menjadikan gangguan pasokan sebagai isu krusial yang memerlukan perhatian segera dari pemangku kepentingan terkait. Hal ini berdampak pada potensi penurunan produktivitas dan peningkatan biaya operasional bagi perusahaan.
Kekhawatiran ini muncul karena kestabilan pasokan energi merupakan salah satu prasyarat utama dalam menarik dan mempertahankan investasi skala besar, khususnya di lini produksi yang padat energi seperti manufaktur.
"Gangguan pasokan energi ini dipandang sebagai ancaman nyata yang dapat menggerogoti minat investasi di sektor manufaktur nasional," ungkap salah satu perwakilan Kadin dalam pernyataannya.
Hal ini menunjukkan bahwa jika masalah kelistrikan tidak segera diatasi, Jawa berisiko kehilangan daya saingnya sebagai destinasi investasi utama di kawasan Asia Tenggara. Stabilitas operasional pabrik menjadi pertaruhan utama dalam konteks ini.
Kadin menekankan pentingnya langkah mitigasi dan perbaikan infrastruktur ketenagalistrikan agar iklim investasi tetap kondusif dan mendukung pertumbuhan industri manufaktur di masa mendatang.