PORTALBERITA.CO.ID - Secara historis, kaktus umumnya diasosiasikan sebagai tanaman hias atau flora yang identik dengan lingkungan gurun yang kering. Perspektif umum ini menyebabkan kaktus jarang dipertimbangkan sebagai sumber pangan bagi manusia di berbagai belahan dunia.
Namun, paradigma mengenai pemanfaatan kaktus ini kini tengah mengalami pergeseran signifikan di Jepang. Negara tersebut mulai memberikan perhatian serius terhadap potensi komoditas pangan fungsional yang ditawarkan oleh tanaman ini.
Fokus utama dari tren baru di Jepang ini adalah pada genus kaktus yang dikenal sebagai Opuntia. Tanaman ini lebih dikenal secara internasional dengan nama prickly pear cactus atau kaktus pir berduri.
Kaktus pir berduri kini mulai dilirik secara serius di Jepang sebagai komoditas pangan yang menjanjikan untuk pasar domestik. Langkah ini menandakan upaya Jepang untuk mengintegrasikan sumber daya alam yang unik ke dalam rantai makanan modern.
Pergeseran pandangan ini menunjukkan adanya inovasi dalam sektor pertanian dan pangan di Jepang. Mereka melihat bahwa kaktus jenis tertentu menawarkan profil nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan konsumen.
Dilansir dari INFOTREN.ID, pandangan tradisional yang menganggap kaktus hanya sebagai tanaman hias gurun mulai berubah secara signifikan di Jepang. Transformasi ini membuka peluang baru bagi pemanfaatan Opuntia.
Penekanan saat ini adalah pada pemanfaatan kaktus tersebut sebagai komoditas pangan fungsional yang menjanjikan di pasar Jepang. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran global akan makanan yang bermanfaat bagi kesehatan.
Kaktus pir berduri, genus Opuntia, menjadi sorotan utama dalam upaya Jepang mengadopsi tanaman gurun menjadi bagian dari diet masyarakat. Ini menunjukkan adaptasi terhadap sumber daya yang sebelumnya terabaikan.