PORTALBERITA.CO.ID - Tragedi menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini setelah adanya konfirmasi meninggalnya seorang jemaah haji lanjut usia yang berasal dari Indonesia. Penemuan jenazah ini dilaporkan terjadi di area lereng Jabal Kuday oleh aparat keamanan Arab Saudi.
Jemaah yang meninggal dunia tersebut diidentifikasi sebagai Muhammad Firdaus Akhlan. Beliau merupakan bagian dari rombongan atau kelompok terbang (kloter) JKG 27 yang sedang menjalankan rangkaian ibadah haji.
Waktu meninggalnya almarhum diperkirakan terjadi pada Jumat dini hari waktu setempat. Informasi ini menambah duka di tengah pelaksanaan ibadah suci yang sedang berlangsung di Tanah Suci.
Sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal, jemaah tersebut sempat dilaporkan menghilang sejak pekan sebelumnya. Pencarian intensif telah dilakukan oleh pihak terkait hingga akhirnya membuahkan hasil yang menyedihkan tersebut.
Informasi mengenai penemuan jenazah Bapak Muhammad Firdaus Akhlan ini didapatkan melalui pemberitaan yang disajikan oleh Media Indonesia. Hal ini memberikan konfirmasi resmi mengenai nasib jemaah yang sempat hilang tersebut.
Dilansir dari Media Indonesia, aparat keamanan Arab Saudi yang menemukan jenazah tersebut mengakhiri masa pencarian yang telah dilakukan sejak almarhum dilaporkan hilang. "Aparat keamanan Arab Saudi menemukan seorang jemaah haji lanjut usia asal Indonesia dalam kondisi meninggal dunia," demikian dikutip dari Media Indonesia.
Jemaah yang wafat tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 27 yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan ibadah haji tahun ini. Hal ini menegaskan identitas dan asal rombongan almarhum saat berada di Arab Saudi.
Wafatnya almarhum Muhammad Firdaus Akhlan secara resmi diketahui pada Jumat (22/5) dini hari waktu setempat. Informasi ini didapatkan setelah adanya laporan kehilangan yang disampaikan sejak Jumat (15/5) pekan sebelumnya.
Proses pencarian yang dilakukan selama kurang lebih satu minggu tersebut akhirnya berakhir dengan penemuan yang sangat disayangkan. Hal ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para jemaah, terutama yang berusia lanjut, selama menunaikan ibadah haji.