PORTALBERITA.CO.ID - Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki masa jeda sementara dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian kalender operasional bursa.
Jeda perdagangan ini sehubungan langsung dengan adanya libur panjang yang telah ditetapkan pemerintah. Libur tersebut diperingati untuk merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus.
Berdasarkan pengumuman resmi, aktivitas bursa saham dijadwalkan akan berhenti selama dua hari penuh. Penutupan ini merupakan bagian dari penyesuaian jadwal libur nasional.
Periode penghentian perdagangan tersebut mencakup hari Kamis, 14 Mei 2026, hingga hari Jumat, 15 Mei 2026. Investor perlu mencatat tanggal penting ini untuk perencanaan transaksi.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, jeda ini adalah langkah rutin yang dilakukan oleh bursa untuk menghormati hari besar keagamaan. Hal ini memastikan semua pihak dapat merayakan hari raya dengan tenang.
Penutupan sementara ini akan memberikan waktu bagi para pelaku pasar untuk beristirahat dan melakukan rekonsiliasi portofolio sebelum perdagangan dibuka kembali. Perdagangan diperkirakan akan kembali normal pada hari Senin berikutnya.
"Keputusan ini diambil sehubungan dengan adanya libur panjang yang ditetapkan untuk memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus," demikian bunyi pernyataan yang disampaikan oleh pihak terkait.
"Aktivitas bursa saham dijadwalkan berhenti selama dua hari penuh, mencakup hari Kamis, 14 Mei 2026, hingga hari Jumat, 15 Mei 2026," demikian informasi yang disampaikan mengenai durasi libur bursa.
Para investor diimbau untuk mengantisipasi likuiditas dan melakukan penyesuaian strategi investasi menjelang periode libur panjang tersebut. Keputusan ini telah dikomunikasikan secara luas kepada seluruh anggota bursa.