PORTALBERITA.CO.ID - Pasar modal Indonesia menghadapi hari perdagangan yang penuh gejolak pada hari Rabu, 3 Juni 2026. Sesi perdagangan pertama diwarnai oleh tren penurunan indeks yang cukup drastis dan mengkhawatirkan para pelaku pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menderita koreksi yang dalam, kehilangan hampir 5% dari posisi penutupan sesi sebelumnya. Penurunan tajam ini menjadi sorotan utama dalam dinamika pasar hari itu.

Data resmi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa IHSG terkoreksi sebanyak 305,94 poin selama sesi pertama perdagangan. Angka ini menggarisbawahi tekanan jual yang dominan pada hari tersebut.

Akibat koreksi signifikan tersebut, IHSG terpantau berada di level 5.889,48 saat memasuki jeda tengah hari perdagangan atau penutupan sesi I. Level ini merupakan titik terendah yang dicapai dalam periode waktu tersebut.

Tekanan jual yang masif ini terutama dipicu oleh aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing di berbagai saham unggulan. Faktor pelemahan mata uang Rupiah turut memperburuk sentimen negatif di bursa domestik.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam, terpangkas hampir 5% dari posisi penutupan sebelumnya," sebagaimana dikutip dari INFOTREN.ID, mengonfirmasi kedalaman koreksi yang terjadi.

Lebih lanjut, data BEI mengindikasikan bahwa penurunan signifikan ini menyebabkan IHSG terkoreksi sebanyak 305,94 poin pada saat penutupan sesi I. Informasi ini menjadi dasar perhitungan posisi indeks di babak kedua.

Kondisi pasar yang melemah ini menunjukkan adanya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi jangka pendek dan menengah, yang tercermin dari pergerakan indeks pada Rabu pagi itu.

Penurunan tajam ini menyebabkan IHSG berada di level 5.889,48 pada tengah hari perdagangan, menandai penutupan sesi I yang berat bagi kinerja portofolio investor.