PORTALBERITA.CO.ID - Ketahanan pangan di wilayah perkotaan telah ditetapkan sebagai fondasi utama dalam upaya membangun ketangguhan kota menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sebuah forum resmi.
Pernyataan penting mengenai penguatan ketahanan pangan ini diungkapkan oleh Wamenko Hanif saat ia menghadiri forum strategis tingkat nasional. Acara tersebut adalah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-18 tahun 2026.
Rakernas APEKSI ke-18 ini menjadi momentum krusial bagi para pemimpin kota di seluruh Indonesia untuk membahas isu-isu pembangunan strategis. Fokus utama pertemuan tersebut memang diarahkan pada peningkatan kualitas hidup perkotaan.
Menurut Wamenko Hanif, strategi yang harus diterapkan untuk mencapai ketahanan pangan kota adalah melalui dua pendekatan utama yang saling mendukung. Kedua pendekatan tersebut meliputi integrasi data yang lebih baik dan kolaborasi pembiayaan yang lebih erat.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, Wamenko Hanif menekankan bahwa data yang terintegrasi akan membantu pemerintah kota dalam merencanakan kebutuhan pangan secara lebih akurat. Hal ini penting untuk memitigasi risiko kekurangan pasokan di pusat-pusat urban.
Selain aspek data, kolaborasi pembiayaan juga dianggap vital untuk memastikan keberlanjutan program pangan di tingkat kota. Akses terhadap sumber pendanaan yang beragam akan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam mengimplementasikan inovasi pangan.
Wamenko Hanif secara spesifik menyatakan bahwa ketahanan pangan kota merupakan fondasi krusial dalam upaya mewujudkan ketangguhan perkotaan menghadapi berbagai tantangan ke depan. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi isu pangan dalam konteks pembangunan kota berkelanjutan.
Ia juga menambahkan bahwa peran asosiasi pemerintah kota sangat sentral dalam menyinergikan kebijakan di lapangan. Dukungan kolektif dari APEKSI akan mempermudah implementasi strategi penguatan ketahanan pangan secara nasional.