PORTALBERITA.CO.ID - Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD baru-baru ini mencatatkan pencapaian signifikan dalam penyelenggaraan Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Acara ini menjadi sorotan karena implementasi sistem pengelolaan sampah terpadu yang sukses diterapkan selama kongres berlangsung.
Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi sektor Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) Indonesia di kancah regional. Sektor ini kini berhasil menempati peringkat keempat di kawasan ASEAN, menunjukkan peningkatan daya saing yang kuat.
Penetapan ICE BSD sebagai lokasi tuan rumah untuk GSDC 2026 bukanlah tanpa alasan. Penunjukan ini menjadi bukti nyata atas kapabilitas infrastruktur lokal yang memadai untuk menggelar acara berskala internasional.
Infrastruktur di ICE BSD terbukti mampu memenuhi standar internasional yang ketat. Hal ini memastikan bahwa acara sebesar GSDC 2026 dapat berjalan dengan lancar dan berkelas dunia.
Salah satu pencapaian paling menonjol dari penyelenggaraan GSDC 2026 adalah pengelolaan limbah yang inovatif. Sistem terpadu yang diterapkan berhasil mengubah sampah sisa acara menjadi sumber energi hijau.
Secara kuantitas, sistem ini berhasil mengolah total 1,6 ton sampah yang dihasilkan selama kongres. Proses ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang menjadi tema utama GSDC.
Dampak positif dari keberhasilan ini memperkuat citra Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen serius dalam mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dalam industri MICE berskala besar.
Dilansir dari BisnisMarket.com, keberhasilan ICE BSD dalam menyelenggarakan GSDC 2026 dengan standar keberlanjutan yang tinggi patut diapresiasi. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam peta perkembangan MICE nasional.
"Keberhasilan ini menegaskan posisi sektor Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) Indonesia yang kini menempati peringkat keempat di kawasan ASEAN," ujar perwakilan penyelenggara.