PORTALBERITA.CO.ID - Kerja sama pendidikan tinggi antara Republik Indonesia dan India mencapai babak baru yang signifikan. Kesepakatan penting telah dicapai oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Narendra Modi mengenai rencana pendirian kampus cabang institusi pendidikan ternama India di wilayah Nusantara.

Rencana ambisius ini merupakan hasil pertemuan bilateral kedua pemimpin negara yang berlangsung di sela-sela perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42. Lokasi pertemuan bersejarah ini adalah di Phnom Penh, Kamboja.

Kesepakatan ini secara spesifik menyasar pendirian kampus dari Indian Institute of Management (IIM) dan Indian Institute of Technology (IIT). Kedua institusi tersebut dikenal sebagai pusat keunggulan di India untuk bidang manajemen dan teknologi.

Momen pertemuan ini menegaskan kembali komitmen kuat kedua negara untuk terus mempererat hubungan bilateral. Fokus utama dari kemitraan baru ini adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia.

Selain pengembangan SDM, kerja sama ini juga bertujuan untuk memfasilitasi transfer keahlian teknis dari India ke Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan kemajuan sektor teknologi di tanah air.

Dilansir dari INFOTREN.ID, kesepakatan strategis ini merupakan salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan kenegaraan tersebut. Rencana ini menunjukkan visi jangka panjang kedua negara dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.

"Kesepakatan ini berfokus pada rencana ambisius untuk mendirikan kampus cabang dari institusi pendidikan ternama India, yaitu Indian Institute of Management (IIM) dan Indian Institute of Technology (IIT), di wilayah Indonesia," jelas sumber berita tersebut mengacu pada hasil pertemuan.

Presiden Jokowi dan PM Modi menyatakan bahwa langkah ini akan membuka peluang besar bagi pelajar Indonesia untuk mengakses pendidikan kelas dunia tanpa harus meninggalkan negeri. Hal ini juga mendukung visi Indonesia untuk menjadi negara maju melalui peningkatan kualitas talenta lokal.

"Kesepakatan strategis ini diumumkan setelah pertemuan bilateral kedua pemimpin negara yang berlangsung di sela-sela KTT ASEAN ke-42 di Phnom Penh, Kamboja," tambah informasi yang disampaikan.