PORTALBERITA.CO.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu, 3 Juni 2026, mencatatkan volatilitas yang sangat tinggi sepanjang sesi perdagangan. Indeks komposit ini menunjukkan pembalikan arah yang signifikan setelah sehari sebelumnya berhasil mencatatkan kenaikan positif.
Pada perdagangan menjelang siang hari, tepatnya pukul 11.00 WIB, IHSG tercatat mengalami depresiasi yang cukup dalam. Penurunan tersebut melampaui ambang batas empat persen dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya.
Koreksi tajam ini mengakibatkan IHSG gagal mempertahankan level psikologis penting yang berada di angka 6.000 poin. Pasar saham menunjukkan sentimen negatif yang kuat pada hari tersebut.
Dampak dari pelemahan ini sangat terasa karena terjadi pasca proses rebalancing indeks acuan yang baru saja selesai dilaksanakan. Hal ini memicu perubahan besar dalam komposisi portofolio investor.
Sentimen pasar secara umum terkoreksi tajam pada hari itu, berbanding terbalik dengan kinerja hari sebelumnya yang sempat menguat 1,11%. Perubahan drastis ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.
Pemicu utama dari penurunan drastis ini diketahui berasal dari dominasi aksi jual yang dilakukan oleh investor asing. Mereka terlihat masif menarik dana mereka dari pasar saham domestik.
Dilansir dari INFOTREN.ID, pergerakan IHSG yang ekstrem ini menjadi sorotan utama pasar modal hari itu. Penjualan besar-besaran oleh investor asing menjadi faktor dominan yang menekan pergerakan indeks.
Koreksi lebih dari empat persen yang terjadi pada IHSG ini merupakan indikasi adanya tekanan jual yang masif dari investor institusional pasca penyesuaian portofolio indeks, ujar Analis Pasar Modal, dalam analisisnya.
"IHSG berbalik arah dengan koreksi yang sangat dalam setelah sehari sebelumnya berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,11%," merujuk pada pergerakan ekstrem pada Rabu, 3 Juni 2026, kata seorang pengamat pasar.