PORTALBERITA.CO.ID - Intensitas curah hujan yang sangat tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu sore, 24 Mei 2026. Fenomena cuaca ekstrem ini sontak memicu serangkaian dampak buruk di area tersebut.

Peristiwa cuaca buruk ini tidak hanya menyebabkan genangan air, tetapi juga memicu pergerakan tanah yang signifikan. Serangkaian bencana alam tersebut meliputi tanah longsor, luapan banjir, dan kerusakan pada infrastruktur kelistrikan setempat.

Rangkaian kejadian bencana ini dilaporkan mulai terjadi pada sore hari, tepatnya sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini memaksa pihak berwenang untuk segera mengambil langkah tanggap darurat.

Menindaklanjuti situasi darurat tersebut, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan segera bergerak ke lokasi terdampak. Mereka melakukan pendataan awal mengenai skala kerusakan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini.

Dampak signifikan dari hujan deras tersebut terlihat di beberapa desa di wilayah Kecamatan Simpenan. Pihak P2BK fokus pada pemetaan area mana saja yang paling parah mengalami kerusakan infrastruktur dan ancaman struktural.

Salah satu ancaman serius yang tercatat adalah potensi longsor yang membahayakan keberadaan sebuah Pusat Penitipan Anak (PAUD) di wilayah tersebut. Selain itu, beberapa ruas jalan utama di area itu juga dilaporkan terendam banjir.

Luapan air banjir dilaporkan merendam dan mengganggu mobilitas warga pada ruas-ruas jalan utama di Kecamatan Simpenan. Kerusakan infrastruktur kelistrikan juga menambah kompleksitas penanganan bencana di sana.

"Intensitas hujan yang sangat tinggi melanda wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu sore, 24 Mei 2026," demikian disampaikan sumber informasi mengenai peristiwa tersebut.

Dilansir dari INFOTREN.ID, peristiwa ini memicu serangkaian bencana alam, termasuk tanah longsor, banjir, serta tumbangnya infrastruktur kelistrikan. Hal ini menunjukkan betapa parahnya dampak hidrometeorologi yang terjadi sore itu.