PORTALBERITA.CO.ID - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengambil langkah proaktif dengan menyampaikan sebuah usulan penting kepada pemerintah pusat. Langkah ini ditujukan untuk memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan dapat memberikan dampak positif maksimal terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
Usulan yang disampaikan oleh organisasi tani ini memiliki fokus yang sangat spesifik. Mereka mendesak adanya penambahan kuantitas komoditas peternakan yang dianggap unggulan, yaitu ayam dan telur, dalam menu program tersebut.
Peningkatan porsi kedua bahan pangan ini diharapkan dapat menjadi elemen inti dan prioritas utama dalam setiap paket makanan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi masalah gizi buruk dan stunting.
Dilansir dari INFOTREN.ID, langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata HKTI terhadap keberhasilan implementasi kebijakan nasional tersebut. Mereka percaya bahwa protein hewani adalah kunci utama dalam pencapaian target gizi nasional.
Organisasi ini menekankan bahwa ayam dan telur merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, memasukkannya dalam porsi lebih besar dianggap sebagai solusi praktis dan efektif.
"Langkah ini diambil sebagai upaya mendesak agar program nasional tersebut dapat memberikan dampak maksimal dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia," demikian pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan HKTI mengenai urgensi usulan mereka.
HKTI secara rinci menguraikan bagaimana penambahan porsi ayam dan telur dapat secara langsung meningkatkan asupan nutrisi esensial bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya yang menjadi sasaran utama program MBG. Proposal ini telah diserahkan secara resmi kepada kementerian terkait.
"Usulan spesifik yang diajukan oleh organisasi tani ini berfokus pada penambahan kuantitas komoditas peternakan unggulan, yaitu ayam dan telur," ungkap salah satu juru bicara organisasi tersebut.
Organisasi ini berharap pemerintah pusat dapat segera menindaklanjuti usulan ini dengan kajian mendalam dan implementasi yang cepat. Mereka siap bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan ketersediaan pasokan ayam dan telur yang memadai untuk kebutuhan program MBG.