PORTALBERITA.CO.ID - Wilayah pesisir di Pantai Utara Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mengalami guncangan signifikan pada Jumat pagi, 5 Juni 2026. Peristiwa alam ini terjadi tepat pada awal hari dan sempat menimbulkan kewaspadaan warga setempat.
Peristiwa getaran bumi ini dikategorikan sebagai gempa bumi tektonik yang terjadi akibat pergerakan lempeng bumi di bawah permukaan. Kekuatan gempa yang tercatat mampu mencapai skala magnitudo 5,4 pada skala Richter.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat waktu pasti terjadinya guncangan tersebut. Gempa bumi ini secara spesifik mengguncang pada pukul 06.28.33 WIB, waktu Indonesia bagian barat.
Guncangan yang cukup kuat ini memberikan sedikit ketegangan bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di wilayah pesisir tersebut. Namun, dampak yang ditimbulkan saat ini masih dalam tahap pemantauan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dilansir dari INFOTREN.ID, otoritas BMKG segera memberikan informasi penting terkait potensi dampak lanjutan dari gempa tersebut. Informasi ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran publik pasca-kejadian.
Pusat gempa yang berlokasi di pesisir Banggai ini menjadi perhatian utama dalam analisis BMKG. Meskipun kekuatannya cukup besar, analisis awal menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Pernyataan resmi dari BMKG menegaskan bahwa masyarakat pesisir dapat bernapas lega terkait ancaman bencana laut. "BMKG pastikan tidak ada risiko tsunami akibat gempa magnitudo 5,4 yang mengguncang pesisir Banggai," kata petugas BMKG.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan daerah pesisir Sulawesi Tengah terhadap aktivitas tektonik yang sering terjadi di wilayah tersebut. Pemantauan seismik terus dilakukan untuk mendeteksi potensi gempa susulan.