PORTALBERITA.CO.ID - Wilayah Kabupaten Simeulue, Aceh, diguncang oleh peristiwa seismik signifikan pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Guncangan gempa bumi tektonik tersebut tercatat memiliki kekuatan Magnitudo 4,5.
Peristiwa ini terjadi tepat pada waktu pagi hari, yaitu pukul 09.03 WIB, yang cukup mengejutkan bagi masyarakat setempat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera merilis informasi resmi mengenai kejadian ini.
Menurut analisis awal BMKG, pemicu utama dari gempa yang terjadi di perairan Simeulue adalah adanya aktivitas subduksi lempeng yang sedang berlangsung. Aktivitas tektonik ini merupakan proses geologis yang umum terjadi di zona pertemuan lempeng.
BMKG memberikan konfirmasi detail mengenai karakteristik teknis dari gempa yang baru saja terjadi. Informasi ini sangat penting untuk memahami tingkat risiko dan potensi dampak yang mungkin timbul.
Gempa tersebut diklasifikasikan sebagai jenis gempa dangkal berdasarkan kedalaman hiposenternya. Klasifikasi ini menunjukkan bahwa energi dilepaskan relatif dekat dengan permukaan bumi, meskipun dampaknya bervariasi.
Lebih spesifik lagi, BMKG menyatakan bahwa kedalaman hiposenter gempa tektonik di Simeulue tersebut mencapai 17 kilometer. Angka ini menegaskan status dangkal dari kejadian seismik tersebut.
"Peristiwa seismik ini dipicu oleh adanya aktivitas subduksi lempeng yang aktif di sekitar wilayah tersebut," demikian penjelasan yang disampaikan oleh pihak BMKG terkait penyebab utama guncangan tersebut.
Dilansir dari INFOTREN.ID, informasi mengenai kekuatan dan waktu kejadian telah disampaikan untuk memberikan edukasi publik yang akurat. Hal ini sejalan dengan tugas BMKG dalam mitigasi bencana geologi.
"Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal dengan kedalaman hiposenter mencapai 17 kilometer," ujar perwakilan BMKG, menggarisbawahi aspek teknis dari gempa yang mengguncang Simeulue.