PORTALBERITA.CO.ID - Gelombang protes datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menjelang rencana kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aliansi mahasiswa dari Kelompok Cipayung Plus di Kota Kupang secara terbuka menyuarakan penolakan keras terhadap agenda kunjungan tersebut.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Mei 2026 mendatang. Agenda utama kunjungan tersebut adalah peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada pembangunan Tambak Garam di Kabupaten Rote Ndao.

Penolakan tegas dari mahasiswa ini memiliki akar masalah yang spesifik dan mendesak. Fokus utama keberatan mereka tertuju pada masalah kompensasi lahan yang belum terselesaikan bagi warga pemilik tanah.

Lahan milik warga tersebut merupakan area yang terdampak langsung oleh pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tambak Garam di Rote Ndao. Persoalan ganti rugi atau kompensasi ini menjadi titik nyala ketidakpuasan mahasiswa.

Informasi mengenai sikap tegas dan ancaman penolakan kunjungan Wapres ini telah menyebar luas di berbagai platform informasi publik. Sikap mahasiswa ini mendapat perhatian publik yang signifikan setelah disebarluaskan oleh media massa.

Dilansir dari Detikcom, sikap mahasiswa ini menunjukkan adanya kekhawatiran mendalam mengenai implementasi proyek pembangunan pemerintah pusat di daerah terkait hak-hak masyarakat lokal. Hal ini menyoroti isu keadilan sosial dalam pembangunan infrastruktur vital.

Mahasiswa NTT menuntut agar persoalan kompensasi lahan yang belum tuntas tersebut segera menjadi prioritas sebelum agenda peresmian proyek dilanjutkan. Mereka mendesak adanya kejelasan dan penyelesaian hak-hak warga terdampak.

Ancaman penolakan ini merupakan bentuk tekanan dari masyarakat sipil di NTT agar pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian konflik agraria yang menyertai proyek strategis nasional tersebut.

Follow portalberita.co.id
Follow on Google