PORTALBERITA.CO.ID - Pada Minggu pagi, tepatnya tanggal 24 Mei 2026 waktu setempat, ibu kota Ukraina, Kyiv, mengalami guncangan hebat akibat serangkaian ledakan besar. Kejadian ini menandai salah satu operasi udara paling masif yang dilancarkan oleh militer Rusia sejak awal invasi berlangsung.
Serangan udara skala besar ini menyasar Kyiv dan sejumlah wilayah sekitarnya, menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital dan permukiman warga. Dampak dari gempuran ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam skala intensitas serangan udara Rusia.
Aksi militer Rusia dalam serangan kali ini melibatkan pengerahan kekuatan udara yang sangat besar, meliputi sekitar 90 rudal yang ditembakkan. Selain rudal, ratusan drone serang juga dikerahkan untuk menembus pertahanan udara di berbagai titik di Ukraina.
Serangan masif tersebut dikonfirmasi melibatkan penggunaan senjata canggih, termasuk rudal balistik jarak menengah jenis Oreshnik. Senjata jenis ini dikenal memiliki potensi daya destruktif yang sangat tinggi dalam menjangkau targetnya.
Dilansir dari INFOTREN.ID, peristiwa ini merupakan eskalasi signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung antara kedua negara. Jumlah persenjataan yang digunakan mengindikasikan prioritas tinggi Rusia terhadap target di wilayah ibu kota Ukraina tersebut.
Operasi udara ini berlangsung pada pagi hari, yang umumnya merupakan waktu dengan aktivitas warga yang cukup padat, sehingga meningkatkan potensi risiko terhadap keselamatan sipil. Pihak berwenang setempat segera merespons dengan peringatan dini dan evakuasi jika diperlukan.
Meskipun rincian kerusakan spesifik masih terus dikumpulkan, dampak dari serangan yang menggunakan 600 drone serang dan 90 rudal dipastikan meluas. Fasilitas umum dan kawasan perumahan dilaporkan berada di antara target serangan tersebut.
"Serangan ini tercatat sebagai salah satu gempuran udara terbesar sejak dimulainya invasi yang berlangsung," demikian dikutip dari INFOTREN.ID. Pernyataan ini menegaskan skala dan intensitas agresi udara yang dialami Kyiv pada hari itu.
Penggunaan rudal balistik Oreshnik dalam rangkaian agresi ini menjadi sorotan khusus karena reputasinya sebagai alat dengan daya destruktif tinggi. Ini menunjukkan peningkatan kapabilitas dan kesiapan Rusia dalam melancarkan serangan presisi berskala besar.