PORTALBERITA.CO.ID - Pergerakan harga aset kripto unggulan, Bitcoin, menunjukkan stagnasi signifikan sepanjang hari Rabu, 27 Mei 2026. Kondisi ini menandakan adanya penahanan momentum kenaikan yang dinantikan oleh para pelaku pasar.

Nilai tukar Bitcoin terpantau tertahan kuat di kisaran harga pertengahan US$ 76.000 pada penutupan hari tersebut. Angka ini setara dengan estimasi nilai kurang lebih Rp 1,3 miliar per unit mata uang digital tersebut.

Kondisi pasar yang tampak "tertahan" ini merupakan refleksi langsung dari respons pelaku pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian makroekonomi global. Sentimen investor saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang belum terselesaikan.

Faktor utama yang menahan laju kenaikan Bitcoin adalah memanasnya situasi militer di kawasan Selat Hormuz. Eskalasi ketegangan geopolitik di jalur pelayaran vital tersebut menambah lapisan risiko bagi pasar keuangan.

Ketegangan di Selat Hormuz menciptakan kekhawatiran serius mengenai potensi gangguan rantai pasok energi dan perdagangan internasional. Hal ini secara otomatis memicu sentimen hati-hati di kalangan investor aset berisiko tinggi seperti kripto.

Situasi global yang kurang kondusif ini turut diperparah oleh adanya sinyal-sinyal pelambatan ekonomi di berbagai negara maju. Kekhawatiran akan potensi resesi global membuat investor cenderung menarik dana dari aset spekulatif.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, pergerakan pasar menunjukkan bahwa sentimen investor saat ini didominasi oleh faktor eksternal yang berada di luar kendali pasar kripto. Mereka memilih untuk menahan posisi hingga ada kejelasan situasi geopolitik dan ekonomi.

"Pergerakan harga Bitcoin mengalami stagnasi signifikan pada hari Rabu, 27 Mei 2026," demikian disampaikan oleh sumber berita tersebut. Hal ini menggarisbawahi betapa rentannya harga kripto terhadap gejolak makroekonomi.

Lebih lanjut, sumber tersebut menjelaskan bahwa aset kripto unggulan ini tertahan di kisaran harga pertengahan US$ 76.000, yang setara dengan kurang lebih Rp 1,3 miliar. Angka ini menjadi batas psikologis yang sulit ditembus dalam kondisi pasar saat ini.