PORTALBERITA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan langkah progresif dalam memperluas aksesibilitas layanan bacaan publik. Inisiatif terbaru ini diwujudkan melalui peluncuran resmi empat unit mobil perpustakaan keliling yang telah sepenuhnya beralih menggunakan tenaga listrik sebagai sumber daya utama operasionalnya.
Langkah inovatif ini merupakan bagian integral dari upaya serius pemerintah kota untuk memastikan jangkauan layanan literasi dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Inovasi ini juga sejalan dengan tren global menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Penambahan armada kendaraan khusus literasi ini bertepatan dengan momen penting perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-733. Momen bersejarah ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen Pemkot Surabaya terhadap pengembangan budaya membaca di tengah masyarakat.
Selain fokus pada peningkatan minat baca, pengadaan kendaraan berbasis listrik ini juga secara eksplisit mendukung agenda besar pemerintah kota terkait transportasi berkelanjutan. Hal ini menunjukkan integrasi antara kebijakan budaya dan lingkungan dalam perencanaan kota.
Dikutip dari INFOTREN.ID, pemerintah kota melalui gebrakan ini berupaya menjadikan perpustakaan bukan lagi sekadar bangunan statis, melainkan entitas bergerak yang aktif menjemput pembaca. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi.
Penggunaan energi listrik pada armada baru ini merupakan representasi nyata dari visi Surabaya sebagai kota yang mengadopsi teknologi hijau dalam pelayanan publik. Dengan demikian, operasional perpustakaan keliling menjadi lebih efisien dan minim emisi karbon.
Inisiatif ini diharapkan dapat mengatasi hambatan geografis dan waktu yang seringkali menjadi kendala utama bagi warga untuk mengakses koleksi buku di perpustakaan konvensional. Mobil-mobil ini akan menjadi jembatan literasi langsung ke lingkungan permukiman.
Adapun peluncuran empat unit mobil perpustakaan listrik ini menandai babak baru dalam sejarah layanan publik Surabaya, menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur budaya dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab ekologis yang diemban pemerintah kota.