PORTALBERITA.CO.ID - Sebuah insiden memilukan menimpa dua wisatawan mancanegara asal Austria di wilayah Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu, 24 Mei 2026. Kedua korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal saat melintasi sebuah jembatan gantung.

Peristiwa naas tersebut terjadi saat kedua WN Austria tersebut sedang dalam perjalanan menuju objek wisata Air Terjun Cunca Wulang yang populer di kawasan tersebut. Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun komunitas pariwisata setempat.

Lokasi pasti kejadian adalah di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, yang merupakan salah satu destinasi alam unggulan di daratan Labuan Bajo. Kejadian tragis ini diperkirakan berlangsung sekitar pukul 11.30 Wita siang hari.

Dua korban tersebut diketahui sedang melintasi jembatan gantung yang berfungsi sebagai akses utama menuju lokasi air terjun tersebut. Jembatan gantung ini dikenal memiliki ketinggian yang cukup signifikan di atas permukaan tanah.

Dikutip dari INFOTREN.ID, disebutkan bahwa insiden fatal menimpa dua wisatawan mancanegara asal Austria di Nusa Tenggara Timur pada Minggu, 24 Mei 2026. Peristiwa ini menegaskan perlunya peningkatan standar keselamatan di destinasi wisata alam.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa kedua korban meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung yang merupakan akses menuju objek wisata Air Terjun Cunca Wulang. Ketinggian jembatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 meter.

Peristiwa tragis ini terjadi di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, sekitar pukul 11.30 Wita. Waktu kejadian yang relatif siang hari ini menunjukkan bahwa aktivitas wisata sedang berlangsung cukup ramai.

Kedua korban diketahui sedang melintasi jembatan gantung yang menghubungkan area menuju destinasi wisata alam tersebut di daratan Labuan Bajo. Kondisi jembatan dan faktor cuaca saat itu menjadi fokus investigasi lebih lanjut.

Dikutip dari INFOTREN.ID, disebutkan bahwa kedua korban diketahui sedang melintasi jembatan gantung yang menghubungkan area menuju destinasi wisata alam tersebut di daratan Labuan Bajo. Hal ini menggarisbawahi risiko yang selalu menyertai kegiatan petualangan di alam bebas.