PORTALBERITA.CO.ID - Musisi sekaligus gitaris dan pencipta lagu dari grup band ternama, Kangen Band, yaitu Dodhy, baru-baru ini memperkenalkan sebuah inisiatif musik terbarunya kepada publik. Proyek musik independen ini diberi nama "Setengah 12".
Pengumuman resmi mengenai proyek baru ini disampaikan langsung oleh Dodhy di Jakarta, menandai langkah baru dalam perjalanan karier musiknya di luar formasi utama Kangen Band. Langkah ini diambil dengan pertimbangan matang mengenai dinamika industri musik.
Dodhy menegaskan bahwa peluncuran Setengah 12 ini bukanlah sebuah indikasi perpisahan atau penggantian terhadap Kangen Band. Ia menekankan bahwa proyek ini memiliki tujuan yang lebih spesifik dan antisipatif dalam menjaga keberlangsungan karya.
Tujuan utama dari proyek Setengah 12 ini adalah sebagai langkah berjaga-jaga. Proyek ini dipersiapkan agar Dodhy dapat terus berkarya dan menciptakan musik apabila sewaktu-waktu Kangen Band harus mengalami periode istirahat atau vakum.
Hal ini merupakan pembelajaran berharga yang didapatkan Dodhy dari pengalaman masa lalu Kangen Band. Ia tidak ingin kembali menghadapi situasi di mana momentum kreatifnya terhenti karena jeda aktivitas band utamanya.
Dodhy menyampaikan filosofi di balik pembentukan proyek ini, "Ia menegaskan bahwa kehadiran band baru ini bukan untuk menggantikan Kangen Band, melainkan sebagai langkah antisipasi agar ia tetap dapat berkarya jika sewaktu-waktu Kangen Band mengalami masa vakum," ujar Dodhy.
Pengalaman vakum yang sempat dialami Kangen Band beberapa tahun silam menjadi catatan penting bagi Dodhy dalam merencanakan karier ke depan. Ia ingin memastikan aliran kreasi musiknya tetap mengalir tanpa terhalang jeda band.
"Dodhy menjadikan pengalaman vakum Kangen Band beberapa tahun lalu sebagai pelajaran berharga," demikian disampaikan dalam informasi yang diterima, menegaskan pentingnya perencanaan strategis dalam karier bermusik.
Lebih lanjut, Dodhy menekankan bahwa ia tidak ingin mengulangi situasi stagnasi kreatif yang pernah terjadi. Oleh karena itu, Setengah 12 diposisikan sebagai wadah alternatif untuk terus berinovasi.