PORTALBERITA.CO.ID - Keputusan strategis pemerintah untuk mengaktifkan kembali operasional penerbangan jet serta rute internasional di Bandara Husein Sastranegara (BDO) Bandung kini telah memunculkan isu krusial dalam lanskap transportasi udara di wilayah Jawa Barat.
Langkah ini secara langsung menciptakan sebuah dilema signifikan yang menuntut perhatian segera dari seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan nasional Indonesia.
Aktivasi kembali BDO menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang sebelumnya diharapkan menjadi hub utama di wilayah tersebut.
Adanya dua bandara besar yang beroperasi penuh di satu provinsi menimbulkan tantangan dalam hal efisiensi operasional dan alokasi sumber daya investasi di masa mendatang.
Kebangkitan fungsi penuh Husein Sastranegara berpotensi mengalihkan kembali arus penumpang dan maskapai yang selama ini diarahkan ke Kertajati.
Hal ini memaksa pemerintah dan investor untuk segera mencari solusi agar investasi besar yang telah ditanamkan pada Kertajati tidak terancam menjadi aset yang kurang termanfaatkan.
"Keputusan pemerintah untuk mengaktifkan kembali penerbangan jet dan penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara (BDO) Bandung telah menciptakan sebuah isu krusial dalam peta transportasi udara Jawa Barat," demikian disampaikan oleh sumber terpercaya.
Lebih lanjut, isu tersebut dipertegas dengan pernyataan bahwa "Keputusan ini secara langsung memunculkan sebuah dilema signifikan yang harus segera diatasi oleh para pemangku kepentingan di sektor penerbangan nasional."
Dikutip dari BISNISMARKET.COM, situasi ini menuntut adanya kajian ulang mengenai pembagian peran dan fokus pengembangan antara kedua bandara demi kepentingan optimalisasi layanan publik.