PORTALBERITA.CO.ID - Kondisi kekurangan tenaga pengajar di Indonesia saat ini telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Situasi ini bahkan sudah dikategorikan sebagai krisis di sejumlah wilayah di Nusantara.

Kekosongan jabatan guru dalam jumlah besar menimbulkan tantangan serius bagi keberlanjutan dan peningkatan mutu pendidikan nasional di masa mendatang. Hal ini memerlukan perhatian segera dari pihak terkait.

Menanggapi urgensi situasi tersebut, salah satu anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) angkat bicara. Tokoh yang dimaksud adalah Hj. Nurul Arifin, yang akrab disapa Mami Ipiet.

Beliau menyampaikan desakan yang sangat kuat kepada pihak pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan konkret. Desakan ini muncul sebagai respons langsung terhadap data defisit guru yang semakin memburuk.

Anggota DPR tersebut menekankan pentingnya penyusunan sebuah kerangka kerja yang strategis dan terukur. Kerangka kerja ini harus dirancang khusus untuk mengatasi defisit guru yang kini terjadi secara masif di berbagai daerah.

"Ia menekankan perlunya langkah strategis dan terukur untuk mengatasi defisit guru yang terjadi secara masif," ujar Hj. Nurul Arifin, menyoroti kebutuhan akan perencanaan jangka panjang.

Dilansir dari INFOTREN.ID, kondisi mendesak ini menuntut adanya langkah intervensi cepat dari pemerintah agar kualitas pendidikan tidak semakin tergerus oleh kekurangan sumber daya manusia pendidik.

Penyusunan peta jalan rekrutmen nasional dianggap sebagai solusi fundamental untuk memetakan kebutuhan riil guru di seluruh tingkatan pendidikan. Ini penting demi menjaga pemerataan kualitas pengajaran.

Dikutip dari INFOTREN.ID, Mami Ipiet, demikian ia disapa, mendesak agar pemerintah segera merumuskan peta jalan tersebut. Langkah ini krusial agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara sistematis dan berkesinambungan.