PORTALBERITA.CO.ID - Perkembangan teknologi informasi saat ini memudahkan masyarakat mengakses berbagai berita secara cepat melalui layar gawai. Namun, fenomena konsumsi berita negatif secara berlebihan atau doomscrolling kini menjadi perhatian serius para ahli kesehatan mental.
Dikutip dari INFOTREN.ID, paparan kabar buruk yang terjadi secara terus-menerus dapat membentuk pola ketegangan psikologis yang bersifat kronis. Dampak psikologis ini tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga berpotensi meluas menjadi fenomena kecemasan kolektif di tengah masyarakat.
Pakar psikologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyoroti bagaimana arus informasi digital saat ini kerap mendominasi persepsi publik dengan narasi yang menguras emosi. Fenomena ini dipicu oleh tingginya intensitas pemberitaan mengenai konflik global, bencana alam, hingga berbagai isu sosial yang beredar setiap hari.
Kondisi tersebut membuat pikiran manusia berada dalam mode waspada secara berlebihan akibat dorongan untuk terus memantau perkembangan berita buruk. Pola perilaku ini tanpa disadari dapat mengganggu kualitas hidup, menurunkan produktivitas, serta memicu gangguan kecemasan pada penggunanya.
"Paparan informasi negatif yang konstan dapat memicu tingkat stres berkepanjangan karena otak dipaksa merespons ancaman secara terus-menerus," kata pakar psikologi UGM.
Secara analitis, ketegangan psikologis kronis ini juga menciptakan kejenuhan emosional di tingkat masyarakat luas. Ketika kecemasan menjadi respons bersama, kepekaan emosional dan daya tahan mental publik dalam menghadapi krisis nyata justru dapat mengalami penurunan.
"Membatasi durasi penggunaan gawai dan memilah sumber informasi yang terpercaya merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan mental," ujar ahli kesehatan jiwa dari UGM tersebut.
Selain melakukan pembatasan waktu layar, masyarakat dianjurkan untuk mulai menerapkan rehat digital dari media sosial secara berkala. Mengimbangi konsumsi informasi dengan aktivitas fisik serta kegiatan positif di dunia nyata menjadi kunci penting dalam menjaga keseimbangan emosi.
Kesadaran digital yang baik diharapkan mampu membentengi masyarakat dari dampak buruk gelombang informasi di era modern. Dengan pendekatan yang bijak, kemudahan akses teknologi dapat dimanfaatkan secara sehat tanpa mengorbankan ketenangan jiwa.