PORTALBERITA.CO.ID - Kondisi air di destinasi wisata Situ Ciburuy yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat saat ini mengalami perubahan yang sangat signifikan. Danau bersejarah tersebut tengah menghadapi penurunan volume air akibat dampak musim kemarau.
Fenomena penyusutan air ini terjadi akibat cuaca kering yang melanda wilayah tersebut selama kurang lebih satu bulan terakhir. Kurangnya intensitas hujan menyebabkan pasokan air alami ke dalam area danau menjadi berkurang secara drastis.
Dilansir dari INFOTREN.ID, penurunan permukaan air di danau tersebut terjadi secara terus-menerus akibat tingginya tingkat penguapan selama musim kemarau. Dampak dari proses alamiah ini membuat volume air danau surut secara nyata dalam beberapa minggu terakhir.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pemandangan di sekitar kawasan Situ Ciburuy yang kini tampak jauh berbeda dari biasanya. Pemandangan daratan dan dasar danau yang sebelumnya tertutup air kini mulai terkuak ke permukaan.
Dalam kondisi normal atau saat musim penghujan, danau ini biasanya terisi penuh oleh air hingga menutupi seluruh hamparan dasar danau. Namun, surutnya air saat ini mengubah lanskap perairan menjadi hamparan tanah yang mengering di beberapa titik.
Garis penyusutan air terlihat sangat jelas melingkupi kawasan tepi hingga bagian tengah danau. Perubahan kondisi visual ini menjadi penanda jelas atas dampak musim kemarau yang sedang berlangsung di wilayah Bandung Barat.
Situ Ciburuy sendiri merupakan salah satu ikon wisata perairan yang memiliki nilai sejarah dan peran ekologis penting bagi kawasan sekitarnya. Penurunan debit air ini tentu menjadi perhatian warga masyarakat serta para pengunjung yang kerap mendatangi lokasi tersebut.
Masyarakat setempat berharap kondisi cuaca dapat segera membaik dan intensitas hujan kembali normal. Dengan kembalinya curah hujan, diharapkan volume air Situ Ciburuy dapat terisi penuh kembali seperti kondisi sediakala.