PORTALBERITA.CO.ID - Intensitas curah hujan yang sangat tinggi melanda wilayah Bogor sejak Senin malam hingga Selasa dini hari, tepatnya pada tanggal 18 hingga 19 Mei 2026. Fenomena cuaca ekstrem ini memicu serangkaian kejadian bencana alam yang signifikan di area tersebut.
Peristiwa ini mengakibatkan dampak ganda, yaitu kerusakan infrastruktur akibat tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. Selain itu, wilayah Kota Bogor juga dilaporkan mengalami genangan air akibat banjir.
Secara spesifik, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Kejadian ini menjadi perhatian utama aparat setempat mengingat dampaknya terhadap keselamatan warga.
Pemicu utama dari longsor di Cibinong adalah kegagalan struktural pada Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ada di lokasi tersebut. Struktur penahan tanah tersebut tidak mampu menahan beban akibat kondisi tanah yang menjadi sangat labil.
Kondisi tanah menjadi tidak stabil atau labil karena telah diguyur hujan deras secara terus-menerus dalam durasi waktu yang cukup lama. Kejadian ini menunjukkan kerentanan infrastruktur terhadap perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
Dikutip dari INFOTREN.ID, peristiwa ini merupakan akumulasi dari kondisi geografis dan intensitas curah hujan yang melebihi batas normal. Bencana ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur penahan tanah.
Meskipun fokus utama adalah longsor di Cibinong, wilayah Tamansari di Kota Bogor juga mengalami dampak serius berupa banjir. Kedua kejadian ini terjadi berdekatan dalam rentang waktu yang sama akibat guyuran hujan yang sama.
Pihak berwenang saat ini tengah melakukan asesmen penuh terhadap kerusakan yang ditimbulkan, baik pada TPT yang jebol maupun area terdampak banjir di Tamansari. Upaya mitigasi segera telah diluncurkan untuk membantu warga yang terdampak langsung.