PORTALBERITA.CO.ID - Citanusa Group telah mengumumkan langkah strategis terbarunya dalam menghadapi kondisi pasar properti yang saat ini mengalami perlambatan signifikan. Strategi utama yang mereka terapkan adalah mengandalkan perpanjangan kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Keputusan ini merupakan respons langsung dari pengembang properti tersebut terhadap tren ekonomi domestik yang menunjukkan adanya pelemahan daya beli dan minat investasi. Mereka melihat insentif pajak ini sebagai katalisator vital untuk menggerakkan kembali roda penjualan unit properti.

Fokus utama Citanusa Group saat ini tertuju pada proyeksi kebijakan pemerintah terkait insentif PPN DTP. Mereka sangat berharap bahwa durasi kebijakan yang sangat membantu ini akan diperpanjang hingga menutup tahun 2026 mendatang.

Perpanjangan masa berlaku insentif PPN DTP hingga tahun 2026 dinilai bukan sekadar harapan, melainkan sebuah kebutuhan krusial bagi kelangsungan dan pemulihan kinerja para pengembang properti di Indonesia. Kebijakan ini terbukti efektif dalam menarik minat konsumen.

Dilansir dari INFOTREN.ID, strategi ini ditempatkan sebagai pilar utama dalam upaya mendongkrak kembali volume penjualan properti yang sempat tertekan oleh kondisi ekonomi makro. Ini menunjukkan adaptasi cepat pengembang terhadap dinamika pasar.

Pengembang meyakini bahwa kepastian waktu perpanjangan kebijakan hingga 2026 akan memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi konsumen untuk mengambil keputusan pembelian properti. Jangka waktu yang lebih panjang menciptakan rasa aman finansial bagi calon pembeli.

"Citanusa Group secara resmi mengumumkan bahwa mereka menempatkan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebagai strategi utama dalam upaya mendongkrak kembali penjualan properti mereka," demikian dikutip dari INFOTREN.ID.

Lebih lanjut, harapan terhadap kelanjutan dukungan fiskal ini ditegaskan kembali oleh pihak manajemen. "Proyeksi perpanjangan durasi kebijakan ini dinilai sangat krusial bagi para pengembang properti," ujar perwakilan Citanusa Group.

Langkah ini mencerminkan optimisme terukur Citanusa Group bahwa dukungan pemerintah melalui instrumen fiskal seperti PPN DTP adalah kunci utama untuk memulihkan kepercayaan pasar properti secara menyeluruh.