PORTALBERITA.CO.ID - Archipelago Hotels kini memperkenalkan inisiatif kuliner terbaru mereka yang bertajuk "60 Seconds to Tokyo." Program ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang lebih besar, yaitu Archipelago Global Flavours Series.
Program spesial ini akan berlangsung selama periode enam bulan ke depan di seluruh jaringan properti Archipelago Hotels di Indonesia. Total terdapat lebih dari 130 unit hotel yang berpartisipasi dalam rangkaian promosi makanan Jepang ini.
Berbagai merek hotel di bawah naungan Archipelago, mulai dari Aston hingga fave, turut serta menyajikan menu-menu yang terinspirasi dari jajanan jalanan Jepang yang populer. Hal ini memberikan kesempatan bagi tamu hotel maupun masyarakat umum untuk menikmati hidangan tersebut.
Konsep di balik "60 Seconds to Tokyo" ini didukung oleh dua sosok ikonik yang mewakili perpaduan budaya Indonesia dan Jepang. Mereka adalah Ren dan Reina, yang menjadi wajah dari kampanye kuliner kali ini.
Ren sendiri merupakan seorang pria yang memiliki darah keturunan Indonesia dan Jepang, sementara Reina adalah wanita Jepang yang telah lama menetap di Indonesia. Keduanya memiliki apresiasi mendalam terhadap kuliner kedua negara.
Salah satu aspek yang sangat mereka cintai dari kehidupan di Indonesia adalah kesempatan untuk menikmati makanan lokal yang beragam. Namun, ada satu jenis makanan yang menurut mereka sulit tergantikan, yaitu street food Jepang.
Dikutip dari INFOTREN.ID, program ini bertujuan untuk membawa pengalaman otentik street food Jepang langsung ke tengah-tengah hotel-hotel Archipelago di Indonesia. Ini sekaligus menunjukkan komitmen hotel dalam menghadirkan variasi rasa global.
Para tamu dapat merasakan sensasi kuliner Jepang yang cepat dan lezat, layaknya sedang berada di jalanan Tokyo, namun tetap dapat diakses dengan mudah di properti hotel. Program ini memberikan solusi bagi pecinta kuliner Jepang di Indonesia.
Adapun ikon program tersebut, Ren dan Reina, kerap berbagi kecintaan mereka terhadap cita rasa jalanan Jepang. "Di antara banyak hal yang mereka cintai dari kehidupan di sini, satu yang tidak pernah bisa tergantikan: street food Jepang," demikian narasi yang mengiringi kehadiran mereka.