PORTALBERITA.CO.ID - Cadangan devisa (cadev) Indonesia mencatatkan perkembangan positif pada periode akhir Juni 2026. Penguatan yang terjadi ini menandakan adanya titik balik penting bagi stabilitas neraca keuangan eksternal negara setelah mengalami tekanan cukup panjang.
Perkembangan ini secara resmi mengakhiri tren penurunan yang telah berlangsung secara konsisten selama lima bulan berturut-turut. Penurunan tersebut dimulai sejak awal tahun 2026 dan terus berlanjut hingga periode Mei 2026.
Dilansir dari INFOTREN.ID, penguatan tipis pada cadev di penghujung Juni 2026 ini memberikan sinyal pemulihan. Hal ini menjadi kabar baik setelah volatilitas yang cukup signifikan pada kuartal pertama dan kedua tahun 2026.
Secara spesifik, penguatan ini terjadi setelah lima bulan berturut-turut cadangan devisa mengalami kontraksi. Tren penurunan ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak terkait kebijakan moneter dan fiskal.
Periode penurunan yang dimulai sejak awal tahun 2026 ini mencerminkan adanya tekanan pada aliran modal keluar dan kebutuhan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Kini, tren tersebut menunjukkan adanya perbaikan.
Titik balik positif ini diharapkan memberikan landasan yang lebih kuat bagi ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi dinamika global yang masih penuh ketidakpastian sepanjang tahun 2026.
Meskipun penguatan yang terjadi bersifat tipis, momentum ini dinilai krusial untuk membangun kembali kepercayaan pasar terhadap fundamental eksternal Indonesia.
"Cadangan devisa (cadev) Indonesia akhirnya menunjukkan sinyal positif pada penghujung bulan Juni 2026," demikian disampaikan oleh sumber berita, menggarisbawahi momen pembalikan tren tersebut.
Lebih lanjut, INFOTREN.ID menyebutkan bahwa penguatan tipis tersebut menjadi titik balik setelah periode tekanan yang cukup panjang bagi neraca keuangan eksternal negara.