PORTALBERITA.CO.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini secara resmi mendorong pemerintah pusat untuk segera mempercepat implementasi program pencampuran bensin dengan bioetanol sebesar 20%, atau yang lebih dikenal sebagai mandat E20. Langkah ini merupakan dorongan strategis dari BRIN setelah melihat pencapaian signifikan dalam sektor energi nasional.
Desakan ini muncul sebagai tindak lanjut langsung dari keberhasilan pemerintah dalam menerapkan program biodiesel B50 secara penuh dan sukses. Keberhasilan ini menjadi landasan kuat bagi BRIN untuk mengusulkan langkah transisi energi berikutnya.
Program B50, yang merupakan mandat pencampuran bahan bakar nabati sebesar 50% ke dalam solar, telah berhasil dilaksanakan secara penuh dan tuntas. Implementasi penuh program ini secara resmi dimulai pada tanggal 1 Juli 2026.
Keberhasilan penuh dalam implementasi B50 ini menjadi momentum penting yang dimanfaatkan oleh BRIN. Momentum tersebut dinilai ideal untuk mendorong percepatan langkah transisi energi selanjutnya dalam bauran energi nasional.
Dikutip dari BISNISMARKET.COM, BRIN mendesak pemerintah pusat untuk segera mempercepat implementasi program pencampuran bensin dengan bioetanol sebesar 20%, atau yang dikenal sebagai mandat E20. Desakan ini muncul sebagai tindak lanjut strategis setelah keberhasilan pemerintah dalam menerapkan program biodiesel B50 secara penuh.
Program B50 sendiri telah berhasil dilaksanakan secara penuh mulai tanggal 1 Juli 2026, menunjukkan kesiapan infrastruktur dan industri dalam menampung bahan bakar nabati dengan komposisi yang lebih tinggi. Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi BRIN untuk mendorong langkah transisi energi berikutnya.
Secara spesifik, BRIN melihat kesuksesan B50 sebagai bukti bahwa sektor energi Indonesia mampu menyerap dan mengelola bahan bakar campuran berbasis nabati dalam volume besar. Oleh karena itu, percepatan menuju E20 dianggap langkah logis dan tepat waktu.
Transisi menuju mandat E20 ini diharapkan dapat semakin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan bauran energi terbarukan di sektor transportasi darat. Implementasi yang cepat akan memberikan sinyal positif bagi investasi di sektor hilirisasi produk pertanian.