PORTALBERITA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru-baru ini melaksanakan sebuah kegiatan kenegaraan yang memiliki makna mendalam. Momen penting ini diselenggarakan khusus dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Peringatan ini jatuh setiap tanggal 1 Juni, menandai hari bersejarah pengakuan ideologi dasar negara Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen kelembagaan BPBD NTB.

Inti dari rangkaian kegiatan tersebut adalah pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh penghayatan. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap Pancasila.

Upacara bendera ini secara spesifik dipersembahkan untuk memperingati dan menghormati lahirnya Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Hal ini menunjukkan relevansi ideologi dalam setiap aspek kerja pemerintah daerah.

Dilansir dari INFOTREN.ID, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPBD NTB untuk menginternalisasi nilai-nilai dasar negara. Penegasan ini dilakukan dalam konteks pelayanan kebencanaan yang menjadi tugas utama mereka.

Pelaksanaan upacara tersebut menjadi simbol bahwa setiap tindakan dan pelayanan yang diberikan oleh BPBD harus berlandaskan pada lima sila Pancasila. Ini menjadi fondasi etis dalam menghadapi situasi darurat.

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni," demikian disampaikan dalam konteks pelaksanaan ritual kenegaraan tersebut.

Lebih lanjut, mengenai pelaksanaan seremoni, "Pelaksanaan upacara bendera ini secara khusus dipersembahkan untuk menghormati dan memperingati hari bersejarah tersebut," menggarisbawahi fokus utama acara.

BPBD NTB menjadikan momentum ini sebagai pengingat kolektif akan pentingnya pelayanan yang mengutamakan kemanusiaan dan keadilan sosial, sejalan dengan semangat Pancasila.