PORTALBERITA.CO.ID - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah secara resmi mengeluarkan pernyataan publik mengenai kondisi penyeberangan yang mengalami kepadatan ekstrem. Permintaan maaf ini ditujukan kepada seluruh masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

Situasi antrean kendaraan yang sangat padat ini telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi para penumpang dan pengguna jasa.

Kemacetan ekstrem tersebut terpusat pada lintasan penyeberangan yang vital, yakni yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang dengan Pelabuhan Gilimanuk. Lokasi ini merupakan koridor utama penyeberangan antar pulau.

Kondisi penumpukan kendaraan ini dilaporkan mulai terjadi sejak akhir pekan lalu, menandai puncak kepadatan yang tidak terantisipasi sebelumnya.

Pihak ASDP mengidentifikasi dua faktor utama yang menjadi biang keladi terjadinya penumpukan kendaraan yang meluas di kedua pelabuhan tersebut. Faktor-faktor ini perlu menjadi perhatian utama dalam evaluasi operasional.

Dua faktor utama penyebab kemacetan tersebut adalah tingginya volume kendaraan akibat masa libur sekolah yang bertepatan dengan peningkatan arus penumpang. Selain itu, kondisi cuaca buruk turut memperparah situasi di lapangan.

"PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi telah mengeluarkan pernyataan permohonan maaf kepada publik," ujar perwakilan perusahaan.

Permintaan maaf tersebut secara spesifik ditujukan atas situasi antrean kendaraan yang sangat padat dan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir di jalur penyeberangan tersebut, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resminya.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, kejadian kemacetan ekstrem ini terjadi secara spesifik di lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.