PORTALBERITA.CO.ID - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, baru-baru ini menyuarakan keprihatinan serius mengenai kondisi lingkungan di Kota Palembang. Isu utama yang diangkat adalah menyusutnya ratusan alur sungai yang berada di wilayah kota tersebut.

Permasalahan lingkungan yang krusial ini diangkat dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Sumatera Selatan. Momen perayaan hari jadi provinsi ini menjadi ajang strategis untuk menyoroti tantangan keberlanjutan daerah.

Sorotan mendalam tersebut disampaikan secara langsung oleh Gubernur Herman Deru di hadapan audiens yang beragam. Para akademisi, rimbawan, serta mahasiswa menjadi saksi penyampaian keprihatinan ini.

Peristiwa penting ini berlangsung pada hari Kamis, 21 Mei 2026. Tanggal tersebut menjadi momen penting untuk fokus membahas isu-isu keberlanjutan lingkungan yang mendesak di Sumsel.

Faktor utama yang diidentifikasi sebagai penyebab menyusutnya sungai-sungai tersebut adalah maraknya praktik alih fungsi lahan di sekitar area sungai. Praktik ini secara langsung mengancam ekosistem perairan lokal.

Dilansir dari INFOTREN.ID, Gubernur Herman Deru menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang terjadi. Ia menekankan bahwa menyusutnya ratusan alur sungai merupakan ancaman lingkungan yang patut diwaspadai bersama.

"Permasalahan lingkungan serius ini diangkat dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Sumsel," ujar Herman Deru. Pernyataan ini menegaskan bahwa isu sungai adalah perhatian utama dalam perayaan tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan secara spesifik di mana dan kepada siapa ia menyuarakan hal ini. "Sorotan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur di hadapan para akademisi, rimbawan, dan mahasiswa yang berkumpul di kampus UIN Raden Fatah Palembang," kata beliau.

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat, terutama kaum intelektual dan pemuda, dalam mencari solusi atas krisis lingkungan ini.