PORTALBERITA.CO.ID - Potensi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kini mulai membayangi ribuan pekerja yang tersebar di beberapa wilayah strategis di Indonesia. Kekhawatiran ini berpusat pada sektor industri vital yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah tersebut.

Dua provinsi yang menjadi sorotan utama dalam isu ini adalah Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar). Kedua wilayah ini dikenal sebagai pusat kegiatan manufaktur dan industri pengolahan di Indonesia.

Wilayah industri yang teridentifikasi mengalami potensi PHK ini mencakup area padat industri seperti Mojokerto di Jawa Timur. Selain itu, kawasan industri di Bandung, Jawa Barat, juga turut merasakan tekanan yang sama.

Situasi yang berkembang ini menimbulkan keresahan yang signifikan di kalangan para buruh dan serikat pekerja di kedua provinsi tersebut. Kekhawatiran akan kehilangan mata pencaharian menjadi isu utama yang sedang dihadapi.

Kekhawatiran terhadap potensi PHK ini dipicu oleh dampak langsung dari krisis ekonomi global yang tengah melanda dunia. Gejolak ekonomi internasional ini diperkirakan mulai merambat dan memengaruhi stabilitas industri domestik.

Dampak dari kondisi global ini mendorong munculnya kekhawatiran serius terkait keberlangsungan pekerjaan di sektor padat karya. Para pekerja menanti kejelasan mengenai langkah mitigasi yang akan diambil oleh pemerintah dan perusahaan.

Dilansir dari INFOTREN.ID, isu mengenai ancaman PHK massal ini telah menarik perhatian khusus dari berbagai pihak. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan ketenagakerjaan sedang berada di titik rentan saat ini.

Keresahan buruh ini mengemuka seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar global yang memengaruhi permintaan ekspor maupun investasi domestik. Kondisi ini memaksa perusahaan untuk melakukan penyesuaian operasional.

Perwakilan serikat pekerja dilaporkan tengah menyoroti secara spesifik bagaimana gejolak ekonomi global dapat secara langsung berefek pada nasib ribuan pekerja di zona industri Jatim dan Jabar. Mereka mendesak adanya langkah antisipasi segera.