PORTALBERITA.CO.ID - Perkembangan harga bahan bakar minyak (BBM) di sektor swasta terus menjadi perhatian masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Memasuki pekan ketiga bulan ini, tepatnya pada Senin, 20 Juli 2026, tarif penjualan BBM di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo terpantau tidak mengalami perubahan.
Dilansir dari Bisnismarket.com, kestabilan harga ini terjadi karena belum adanya kebijakan penyesuaian tarif baru dari pihak manajemen perusahaan. Langkah ini mempertahankan tren harga yang sudah berlaku sejak penyesuaian berkala terakhir yang dilakukan pada awal Juli 2026 lalu.
Sejumlah produk unggulan yang didistribusikan oleh Vivo terpantau masih menggunakan label harga lama yang kompetitif. Jenis bahan bakar seperti Revvo 92, Revvo 95, hingga varian bahan bakar mesin diesel yaitu Diesel Primus, masih dipasarkan dengan nominal yang sama seperti pekan sebelumnya.
Secara analitis, keputusan untuk mempertahankan harga ini dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia yang cenderung fluktuatif namun masih dalam batas aman. Selain itu, strategi penentuan harga SPBU swasta sangat bergantung pada formula harga batas atas yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM.
"Hingga pekan ketiga bulan Juli ini, kami memang belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai adanya penyesuaian tarif baru untuk seluruh produk BBM," kata pihak perwakilan SPBU Vivo. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa operasional penjualan di lapangan masih merujuk pada skema harga awal bulan.
Langkah Vivo mempertahankan harga ini juga dinilai sebagai upaya menjaga loyalitas konsumen di tengah persaingan ketat dengan SPBU pelat merah dan swasta lainnya. Dengan harga yang stabil, konsumen dapat melakukan estimasi biaya operasional kendaraan mereka secara lebih terencana.
Kendati demikian, para pengamat energi memperkirakan bahwa penyesuaian harga masih berpotensi terjadi di akhir bulan apabila terjadi lonjakan harga minyak global. Untuk saat ini, para pengguna kendaraan di ibu kota masih dapat menikmati tarif stabil yang ditawarkan oleh SPBU berlogo kepala serigala tersebut.