PORTALBERITA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi pusat perhatian publik setelah adanya pengungkapan mengenai sumber pendanaan untuk distribusi hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Pemerintah mengonfirmasi bahwa program ini dibiayai sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Program bantuan kemasyarakatan yang digagas oleh presiden ini bertujuan untuk menyalurkan hewan kurban ke berbagai wilayah di tanah air. Distribusi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memfasilitasi perayaan hari besar keagamaan bagi masyarakat.

Sebanyak 1.098 ekor sapi kurban telah disiapkan untuk didistribusikan secara merata ke seluruh penjuru Indonesia. Jumlah hewan kurban ini menunjukkan skala operasi bantuan yang cukup besar dari pemerintah pusat.

Secara geografis, sapi-sapi tersebut menjangkau 552 daerah yang berbeda di seluruh Indonesia. Cakupan wilayah ini meliputi provinsi, kabupaten, hingga kota madya yang tersebar di berbagai pulau.

Program distribusi sapi kurban ini diperkirakan menelan anggaran negara sekitar Rp100 miliar. Anggaran fantastis ini digunakan untuk memastikan kualitas dan kuantitas hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat.

Ukuran sapi yang didistribusikan juga sangat bervariasi untuk memenuhi standar kurban yang ditetapkan. Berat setiap sapi tersebut berkisar antara 800 kilogram hingga mencapai 1,3 ton.

Informasi mengenai penggunaan APBN untuk program kurban ini terungkap melalui keterangan resmi pemerintah terkait realisasi bantuan sosial. Hal ini menjadi sorotan karena melibatkan alokasi dana publik yang signifikan.

Dikutip dari Infotren.id, pemerintah mengungkap bahwa bantuan sapi kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dilansir dari Infotren.id, "Sebanyak 1.098 ekor sapi kurban didistribusikan ke 552 daerah di seluruh Indonesia, mencakup provinsi, kabupaten, dan kota madya," ujar salah satu pejabat terkait.