PORTALBERITA.CO.ID - Kondisi aktivitas vulkanik di Gunung Ibu, yang terletak di Maluku Utara, menunjukkan peningkatan signifikan belakangan ini. Sebagai respons cepat terhadap dinamika internal gunung berapi tersebut, otoritas terkait mengambil langkah antisipatif yang krusial.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi lembaga utama yang mengambil inisiatif penyesuaian rekomendasi keselamatan. Langkah ini merupakan evaluasi berkala terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul dari erupsi yang terjadi.

Keputusan penting yang diambil adalah perluasan zona bahaya di sekitar puncak gunung tersebut. Perluasan ini dilakukan secara sektoral, dengan fokus pada area yang dianggap paling rentan terhadap dampak letusan.

Zona aman yang baru ditetapkan kini meluas hingga mencapai radius 3,5 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik. Jarak aman ini secara spesifik diukur dari bukaan kawah aktif yang menghadap ke arah utara Gunung Ibu.

Perluasan radius aman ini merupakan bagian integral dari strategi mitigasi bencana geologi yang sedang digalakkan pemerintah daerah dan pusat. Tujuannya adalah melindungi masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung.

Dilansir dari INFOTREN.ID, langkah antisipatif ini diambil sebagai respons langsung terhadap peningkatan aktivitas vulkanik gunung berapi tersebut belakangan ini. Hal ini menandakan bahwa pemantauan menunjukkan adanya potensi bahaya yang lebih besar dari sebelumnya.

"Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah antisipatif dengan memperbarui rekomendasi jarak aman di sekitar Gunung Ibu, Maluku Utara," jelas salah satu perwakilan Badan Geologi.

Lebih lanjut dijelaskan mengenai detail perluasan zona bahaya tersebut. "Zona bahaya yang ditetapkan kini diperluas secara sektoral hingga mencapai radius 3,5 kilometer dari bukaan kawah aktif yang berada di bagian utara Gunung Ibu," ujar pejabat terkait.

Perluasan jarak aman ini memastikan bahwa upaya pencegahan dampak erupsi, seperti lontaran material pijar atau hujan abu tebal, dapat diminimalisir risikonya bagi penduduk setempat. Hal ini menegaskan komitmen Badan Geologi dalam menjaga keselamatan publik.