PORTALBERITA.CO.ID - PT Heinz ABC Indonesia (ABC Indonesia) secara tegas menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya penguatan Program Manajemen Risiko (PMR) dalam industri pangan di tingkat nasional. Dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi aktif perusahaan dalam sebuah forum koordinasi penting.
Inisiatif ini terwujud dalam keikutsertaan ABC Indonesia pada Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial Tahun 2026 yang baru-baru ini diselenggarakan. Forum ini menjadi wadah strategis untuk membahas masa depan keamanan dan kualitas produk pangan di Indonesia.
Acara penting tersebut diselenggarakan langsung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, pusat kegiatan pemerintahan dan regulasi di Indonesia. Kehadiran ABC Indonesia menunjukkan keselarasan visi antara industri dan regulator.
Forum ini mengusung tema sentral mengenai evaluasi sepuluh tahun perjalanan Program Manajemen Risiko. Tema tersebut adalah “Kiprah Satu Dasawarsa Program Manajemen Risiko: Akselerasi Pertumbuhan Sarana Produksi Pangan Steril Komersial Berdaya Saing.”
Selain fokus pada evaluasi PMR, forum tersebut juga memiliki makna penting lainnya bagi komunitas keamanan pangan global. Kegiatan ini bertepatan dengan momen peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia atau World Food Safety Day tahun 2026.
Dikutip dari Infotren.id, PT Heinz ABC Indonesia menegaskan komitmen mereka dalam mendukung penguatan Program Manajemen Risiko industri pangan nasional. Hal ini disampaikan melalui partisipasi perusahaan dalam forum tersebut.
Perusahaan berharap melalui forum ini, standar dan praktik terbaik dalam manajemen risiko pangan dapat terus diakselerasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh sarana produksi pangan steril komersial mampu bersaing secara global.
Partisipasi dalam forum yang diadakan oleh BPOM ini merupakan langkah nyata ABC Indonesia dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan tertinggi. Hal ini sejalan dengan peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia.
Kehadiran para pemangku kepentingan di forum tersebut diharapkan mampu mendorong kolaborasi yang lebih erat. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem pangan yang lebih tangguh dan terjamin kualitasnya di Indonesia.