Jakarta - Tayangan Mens Rea karya komika Pandji Pragiwaksono di Netflix kembali memantik kontroversi. Materi yang menyinggung soal sholat dianggap sebagian kalangan sebagai bentuk penistaan agama. Perdebatan ini cepat menyebar di ruang publik, dari media sosial hingga mimbar ceramah.

Sejumlah ulama mulai menyoroti isi konten tersebut, menilai bahwa menjadikan ibadah sebagai bahan humor berpotensi merendahkan nilai sakral agama. Salah satu suara keras datang dari Habib Bahar Bin Smith. Dalam ceramahnya di Tangerang, Banten, Rabu (13/01), ia menegaskan bahwa komedi seharusnya tidak menyentuh ranah ibadah.

“Kalau mau melucu, melucu saja betul. Jangan bawa-bawa sholat, sehingga kalian rendahkan sholat,” ujar Habib Bahar.

Menurutnya, kritik sosial maupun politik sah-sah saja disampaikan lewat panggung komedi. Namun, ia menekankan perlunya adab dan akhlak dalam menyampaikan pesan. “Kritik kepada pemerintah itu baik, tapi tetap ada batasan yang harus dijunjung tinggi,” tambahnya.

Kontroversi ini menambah daftar panjang perdebatan tentang batas kebebasan berekspresi di dunia hiburan. Sebagian publik menilai komedi harus bebas, sementara pihak lain menekankan pentingnya sensitivitas terhadap nilai-nilai agama.*