KOTA BOGOR - Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bogor mengikuti pelatihan ekonomi kreatif dan UMKM di era kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan AI for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) yang digelar di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Selasa (11/11/2025).

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mendorong pelaku UMKM agar terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memperluas peluang usaha.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memberikan ruang pembelajaran dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar dapat bertransformasi secara digital di tengah perubahan zaman.

“Ini adalah ikhtiar dari pemerintah pusat melalui pelatihan yang berkolaborasi dengan Pemkot Bogor untuk menjadi pemicu masyarakat agar melek terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) harus dipahami sebagai sarana untuk memperluas jangkauan usaha, bukan sebagai pengganti kreativitas dan jati diri pelaku UMKM.

“AI ini perangkat yang diharapkan bisa memperluas peluang usaha melalui digitalisasi dan pemasaran yang lebih luas. Namun demikian, karakteristik setiap pelaku usaha itu tidak bisa dimodifikasi oleh apa pun. Identitas dan jati diri usaha tetap menjadi pondasi utama,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Pemkot Bogor melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) juga terus mengembangkan program pendampingan dan inkubasi bisnis untuk membantu pelaku usaha naik kelas, dari mikro ke kecil hingga menengah.

“Kami di Dinkukmdagin memiliki program inkubasi untuk membantu pelaku usaha naik kelas. Ini wujud peran pemerintah hadir agar bagaimana UMKM menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang grass root, langsung menyentuh kepada publik,” katanya.

Jenal Mutaqin berharap, dengan pelatihan ini para pelaku UMKM di Kota Bogor dapat lebih memahami manfaat teknologi dan menggunakannya untuk memperkuat daya saing usaha tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas Kota Bogor.